Pemerintah Desa Makmur resmi memulai pembangunan rabat beton jalan usaha tani di Dusun Melati. Proyek sepanjang 500 meter ini menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2024 dan merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini.
Pembangunan ini bertujuan untuk mempermudah akses petani dalam mengangkut hasil panen, sehingga dapat mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan perekonomian warga. Selama ini, akses jalan tanah yang ada selalu berubah menjadi kubangan lumpur pekat saat musim penghujan tiba.
Warga setempat turut berpartisipasi aktif dalam pengerjaan jalan melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Langkah ini diambil oleh Kepala Desa guna melibatkan masyarakat secara langsung dan memberikan tambahan penghasilan bagi mereka yang sedang tidak memiliki pekerjaan atau masa tunggu panen.
Volume pengerjaan diproses sedemikian rupa dengan pendampingan langsung dari fasilitator teknik infrastruktur desa. Hal ini untuk menjamin kualitas rabat beton yang dihasilkan mampu bertahap lama menahan tonase kendaraan pengangkut hasil tani.
Keterlibatan perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga nampak sejak hari pertama peletakan batu pertama. Pengawasan dari berbagai institusi tingkat desa ini diharapkan bisa menjaga transparansi penggunaan dana anggaran agar tepat sasaran.
Setiap harinya, sekitar 20 hingga 30 warga dusun dipekerjakan secara bergilir. Jadwal pergeseran (shift) disusun sedemikian rupa agar adil dan merata sehingga setiap kartu keluarga yang berminat bisa ikut merasakan tetesan dana desa tersebut.
Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Desa Makmur menyatakan bahwa ditargetkan jalan ini sudah bisa digunakan sepenuhnya pada bulan Agustus mendatang. Peringatan hari kemerdekaan nanti digadang-gadang akan menjadi momentum peresmian jalan usaha tani ini.
Dalam pelaksanaannya, proses pengadaan material semen, pasir, dan batu koral juga diusahakan berasal dari toko bangunan atau penyuplai lokal yang berada di sekitar desa. Tujuannya tak lain agar perputaran ekonomi dari proyek ini dinikmati utuh oleh masyarakat setempat.
Banyak warga yang sebelumnya merasa kesulitan kini mulai menyuarakan kebahagiaannya. Bu Minah, salah seorang petani sayur di Dusun Melati, mengaku sangat lega karena setelah ini truk asbes pengepul sayur bisa langsung merangsek hingga ke bibir ladangnya.
Menutup keterangannya, Kepala Desa berpesan agar kelak jika jalan ini rampung, warga bersama-sama mau meluangkan waktu merawat serta memelihara jalan tersebut. Infrastruktur yang awet butuh kerukunan bersama agar manfaatnya bisa dirasakan generasi penerus.




