Dalam era digital ini, pelaku UMKM dituntut untuk melek teknologi. Pelatihan ini menghadirkan praktisi handal dari kota untuk mengajarkan masyarakat desa tentang pentingnya memiliki strategi pemasaran di ranah maya.
Pemasaran digital telah meruntuhkan batas-batas geografis yang selama ini menjadi kendala bagi produsen di pedesaan. Melalui pendekatan yang tepat, produk olahan hingga kerajinan tangan lokal kini memiliki kesempatan yang setara untuk bersaing secara nasional.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut ini berpusat di Balai Desa Makmur. Tercatat, sebanyak lebih dari 50 pelaku UMKM lokal telah mendaftarkan diri dengan berbagai macam latar belakang usaha produksi.
Materi pertama yang diajarkan berfokus pada teknik pengambilan foto produk bermodalkan kamera smartphone. Visual produk yang menarik merupakan ujung tombak untuk menggaet minat pembeli yang pertama kali berselancar di dunia maya.
Peserta kemudian diajak praktik secara langsung membuat akun toko di pelbagai platform e-commerce. Masing-masing peserta dipandu tahap demi tahap, mulai dari pendaftaran akun, hingga mengatur detail pengiriman untuk calon pembeli.
Tidak hanya sebatas itu, pemanfaatan media sosial juga diberikan porsi bahasan tersendiri. Para pemateri membekali warga dengan pemahaman tentang pentingnya interaksi dan konsistensi unggahan konten, baik melalui unggahan feeds, maupun story harian.
Algoritma dasar media sosial, yang erat kaitannya dengan search engine optimization (SEO), juga diperkenalkan. Hal ini agar setiap postingan pelaku usaha desa bisa menjangkau dan masuk ke beranda pencarian konsumen yang tepat sasaran.
Guna menjaga motivasi peserta, di hari terakhir turut diadakan simulasi penjualan. Bagi peserta yang berhasil me-listing produknya dan mendatangkan interaksi tertinggi diberikan permodalan berupa kuota internet dan dukungan promosi awal.
Program dari Desa Makmur ini rencananya tidak akan berhenti pada pelatihan tiga hari ini saja. Pemerintah desa telah menunjuk beberapa aparatur desa sebagai pendamping khusus untuk memonitor perkembangan merchant UMKM baru tersebut.
Di masa mendatang, Desa Makmur bercita-cita tidak sekadar menjadi desa tertinggal, melainkan dapat segera berdikari sebagai “Digital Village” percontohan. Kolaborasi yang apik ini niscaya membawa asa bagi meningkatnya kemakmuran dan kesejahteraan segenap lapisan warganya.




