Kegiatan kerja bakti ini diikuti oleh ratusan warga dari berbagai dusun. Fokus utama adalah normalisasi saluran air guna mencegah banjir menjelang musim penghujan yang diperkirakan akan segera tiba. Seluruh elemen masyarakat, dari pemuda hingga orang tua, bahu-membahu dalam kegiatan sosial ini.
Peralatan seperti cangkul, celurit, dan sapu lidi dibawa secara sukarela oleh warga. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat warga saling bergotong royong membersihkan selokan yang sebelumnya dipenuhi endapan lumpur dan sampah daun kering.
Kepala Desa Makmur secara langsung meninjau sekaligus ikut turun tangan membantu warga. Beliau mengapresiasi tingginya tingkat kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan desa, yang diyakini sebagai wujud nyata dari konsep bela negara di tingkat akar rumput.
Selain membersihkan selokan utama, warga juga memangkas ranting-ranting pohon yang rimbun dan berpotensi tumbang saat terjadi angin kencang. Ranting-ranting tersebut kemudian dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos organik yang kelak bisa dibagikan kembali ke para petani desa.
Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) juga tidak ingin ketinggalan peran. Mereka secara swadaya mendirikan posko dapur umum darurat untuk menyediakan konsumsi berupa jajanan ringan dan minuman hangat bagi para sukarelawan kerja bakti.
Sinergi antara pemerintah desa, pemuda Karang Taruna, dan masyarakat umum ini menjadi pemandangan indah yang menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari Desa Makmur. Diharapkan semangat ini tidak akan pernah padam melintasi lintas generasi.
Normalisasi aliran irigasi tidak hanya mengatasi ancaman banjir, tetapi juga memastikan distribusi pengairan ke lahan pertanian warga tetap optimal. Pertanian yang merupakan tulang punggung ekonomi desa jelas akan sangat bergantung pada sistem pengairan yang baik.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum daerah setempat turut hadir memberikan arahan teknis tentang cara efektif dalam membersihkan gorong-gorong tanpa merusak konstruksinya. Kerjasama lintas sektoral semacam ini semakin mengokohkan keberhasilan acara kerja bakti masal.
Usai acara, seluruh sampah dan material sisa galian selokan diangkut menggunakan truk sampah dari kecamatan menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Jalanan desa kini tampak lebih bersih, rapi, dan memberikan kenyamanan bagi siapapun yang melintasinya.
Kegiatan kerja bakti masal semacam ini rencananya akan dimasukkan dalam agenda rutin triwulanan desa. Melalui kegiatan ini, desa tidak sekadar bebas dari bencana lingkungan, tetapi kerukunan antar warga juga akan senantiasa terawat dan terjaga dengan baik.




